Semut dan kejayaan
Semut dan kejayaan
Semut
akan berusaha secara berulang-ulang dan terus menerus,sehingga ia berhasil
mencapai cita-citanya. Ia merangkak di sebuah pohon,lalu jatuh kemudian bangun
lagi dan berusaha untuk merangkak lagi ke atas pohon, lalu terjatuh lagi,
begitu terjadi berulang-ulang, namun ia tetap terus tetap berusaha sampai
akhinya ia berhasil naik ke atas pohon yang di inginkan dan mendapat apa yang
dicari tanpa merasa letih dan bosan.
Jika
jalan yang akan dilaluinya terhalang, maka ia akan berusaha melalui dari arah
kanan dan kiri, namun jika tetap mendapat kesukaran untuk berjalan maju, maka
iaakan berhenti sebentar, kemudaian kembali lagi dengan tenaga yang jauh lebih
kuat berbanding yang pertama.Mungkin ia akan menjauhi jalan pertamanya yang
sukar karena ada beberaa rintangan, namun ia akan tetap akan kembali berjalan
menuju arah yang sama dengan mencari jalan lain, sehingga ia sampai di tempat
tujuan.
Binatang
semut mempunyai kekuatan yang luar biasa dalam mewujudkan tekadnya untuk meraih
apa yan diinginkan,ia tidak pernah mempunyai rasa bosan dan putus asa. Sehingga
semut adalah haiwan yang dijadikan contoh teladan di dalam hal bercita-cita dan
tekad kuat yang tidak mengenal kata putus asa.
Semut
mengumpulkan makanannya dari musim panas hingga musim sejuk. Karena semuat
tidak banyak keluar pada musim sejuk, maka ia menyimpan makanan dan hanya
dimakan ketika bena-benar telah tiba masanya. Dan agar biji-bijian yang ia
simpan tidak tumbuh, maka dengan izin Allah,si semut membelah biji tersebut
dari tengah agar tidak tumbuh.
Jika
jalan yang dilalui terhalang genangan air yang tidak dapat ia lalui, maka ia
bersama kawan-kawannya saling bekerja sama membuat semacam jembatan. Jika
semut-semut yang lain sudah menyeberang, maka semut-semut yang membentuk
semacam jembatan tersebut merapat ketepi. Maha Suci Allah.
Jika
seekor semut menemukan sepotong daging atau kaki belalang, namun ia tidak kuat
membawa sendiri,maka ia akan pulang ke rumah dan memanggil kawan-kawannya untuk
bersama-sama membawa makanan yang ia temukan tadi.
Seandainya
anda meletakkan batu di tengah-tengah jalan yang digunakan untuk dilalui
kawanan semut,maka ia akan berhenti , namun ia tidak akan berbalik arah ke
belakang lagi. Ia akan menunggu dan berusaha menaiki batu tersebut dan berusaha
melaui celah-celah yang ada di kanan atau kiri batu atau mencari jalan
alternatif lain yang menghala ke arah dan tujuan yang sama,mereka tidak
mengenal kata berundur kebelakang dan kembali ke tempat sebelumnya.
Ada
satu cerita, suatu ketika ada seorang Arab Badui pergi karena sesuatu
keperluan, ketika ia merasa sangat letih,penat dan merasa putus asa, maka ia
terduduk dan berfikir untuk kembali lagi. Kemudian ia melihat seekor semut yang
merangkak naik ke atas batu besar,namun semut tersebut jatuh, kemudain
merangkak lgi dan jatuh lagi.Hal ini terjadi berkalik-kali,namun si semut tetap
mencuba dan berusaha, sehingga akhirnya ia berhasil sampai ke atas batu besar
tersebut. Melihat pemandangan tersebut, orang Arab Badui tersbut berkata dalam
hati : " saya seharusnya lebih patut untuk bersabar dan berusaha keras daripada
semut tersebut. "
Oleh
: S.Peno
Sumber
: buku Hakadha haddathana al-zaman ( Dr.'Aidh Abdullah Al-Qarni )
Semoga akan menjadi pengajaran buat kita
kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF
Visitors :53773 Org
Hits : 184978 hits
Month : 474 Users




