Semut dan kejayaan

Senin, 10 Oktober 2011 23:34:15 - oleh : admin

Semut dan kejayaan


 

Semut
akan berusaha secara berulang-ulang dan terus menerus,sehingga ia
berhasil mencapai cita-citanya. Ia merangkak di sebuah pohon,lalu jatuh
kemudian bangun lagi dan berusaha untuk merangkak lagi ke atas pohon,
lalu terjatuh lagi, begitu terjadi berulang-ulang, namun ia tetap terus
tetap berusaha sampai akhinya ia berhasil naik ke atas pohon yang di
inginkan dan mendapat apa yang dicari tanpa merasa letih dan bosan.


 


Jika
jalan yang akan dilaluinya terhalang, maka ia akan berusaha melalui
dari arah kanan dan kiri, namun jika tetap mendapat kesukaran untuk
berjalan maju, maka iaakan berhenti sebentar, kemudaian kembali lagi
dengan tenaga yang jauh lebih kuat berbanding yang pertama.Mungkin ia
akan menjauhi jalan pertamanya yang sukar karena ada beberaa rintangan,
namun ia akan tetap akan kembali berjalan menuju arah yang sama dengan
mencari jalan lain, sehingga ia sampai di tempat tujuan.


 


Binatang
semut mempunyai kekuatan yang luar biasa dalam mewujudkan tekadnya
untuk meraih apa yan diinginkan,ia tidak pernah mempunyai rasa bosan dan
putus asa. Sehingga semut adalah haiwan yang dijadikan contoh teladan
di dalam hal bercita-cita dan tekad kuat yang tidak mengenal kata putus
asa.


 


Semut
mengumpulkan makanannya dari musim panas hingga musim sejuk. Karena
semuat tidak banyak keluar pada musim sejuk, maka ia menyimpan makanan
dan hanya dimakan ketika bena-benar telah tiba masanya. Dan agar
biji-bijian yang ia simpan tidak tumbuh, maka dengan izin Allah,si semut
membelah biji tersebut dari tengah agar tidak tumbuh.


 


Jika
jalan yang dilalui terhalang genangan air yang tidak dapat ia lalui,
maka ia bersama kawan-kawannya saling bekerja sama membuat semacam
jembatan. Jika semut-semut yang lain sudah menyeberang, maka semut-semut
yang membentuk semacam jembatan tersebut merapat ketepi. Maha Suci
Allah.


 


Jika
seekor semut menemukan sepotong daging atau kaki belalang, namun ia
tidak kuat membawa sendiri,maka ia akan pulang ke rumah dan memanggil
kawan-kawannya untuk bersama-sama membawa makanan yang ia temukan tadi.


 


Seandainya
anda meletakkan batu di tengah-tengah jalan yang digunakan untuk
dilalui kawanan semut,maka ia akan berhenti , namun ia tidak akan
berbalik arah ke belakang lagi. Ia akan menunggu dan berusaha menaiki
batu tersebut dan berusaha melaui celah-celah yang ada di kanan atau
kiri batu atau mencari jalan alternatif lain yang menghala ke arah dan
tujuan yang sama,mereka tidak mengenal kata berundur kebelakang dan
kembali ke tempat sebelumnya.


 


Ada
satu cerita, suatu ketika ada seorang Arab Badui pergi karena sesuatu
keperluan, ketika ia merasa sangat letih,penat dan merasa putus asa,
maka ia terduduk dan berfikir untuk kembali lagi. Kemudian ia melihat
seekor semut yang merangkak naik ke atas batu besar,namun semut tersebut
jatuh, kemudain merangkak lgi dan jatuh lagi.Hal ini terjadi
berkalik-kali,namun si semut tetap mencuba dan berusaha, sehingga
akhirnya ia berhasil sampai ke atas batu besar tersebut. Melihat
pemandangan tersebut, orang Arab Badui tersbut berkata dalam hati : "
saya seharusnya lebih patut untuk bersabar dan berusaha keras daripada
semut tersebut. "


 


Oleh : S.Peno


Sumber : buku Hakadha haddathana al-zaman ( Dr.'Aidh Abdullah Al-Qarni )


 


Semoga akan menjadi pengajaran buat kita


kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Motivasi & Santapan Rohani" Lainnya

Asma'ul Husna

Photo Anak-anak Asuh

Mutiara Hikmah Hari Ini

Pesan Singkat

Team Support

Fery Irawan

Supeno

Indra Saksono

 

 CALL / SMS :

081359802025

081335319772

085645742574

 

Live Traffic